Skip to content
You are here: Home
Seminar Nasional Pengurangan Risiko Bencana PDF Print E-mail
Saturday, 22 November 2008
KERANGKA ACUAN
Seminar Nasional Pengurangan Risiko Bencana

A.      PENDAHULUAN

Bencana baik karena faktor alam, faktor non-alam, maupun faktor manusia (UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Bab 1 Pasal 1), selalu mendatangkan kerugian, penderitaan, dan kesengsaraan bagi umat manusia. Akhir-akhir ini dirasakan semakin meningkatnya intensitas kejadian bencana di Indonesia yang menimbulkan korban jiwa, kerugian di bidang sarana-prasarana dan ekonomi yang besar serta seringkali merusak tatanan kehidupan individu, keluarga, dan masyarakat.

Bencana yang umumnya terjadi dalam waktu singkat menghancurkan hasil pembangunan yang telah dirintis dan diperjuangkan dalam waktu yang lama. Oleh karenanya, menurut Bakornas PB[1] salah satu tantangan ke depan dalam membangun Sistem Nasional Penanggulangan Bencana adalah perubahan paradigma penanggulangan bencana dari responsive ke preventif. Paradigma preventif dalam penanggulangan bencana selain berupa upaya mencegah terjadinya bencana (bagi bencana yang bisa dicegah), upaya lainnya yang lebih laten adalah  upaya pengurangan resiko bencana.
Dengan kerangka berfikir demikian, PBB melalui Dewan Ekonomi dan Sosial, mengeluarkan Resolusi nomor 43 tahun 1999 yang menyerukan kepada pemerintah di setiap negara untuk menyusun dan melaksanakan Rencana Aksi Pengurangan  Resiko Bencana Nasional untuk mendukung dan menjamin tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan berkelanjutan. Resolusi tersebut diikuti Kerangka Aksi Hyogo 2005-2015, dimana setiap negara dianjurkan menyusun mekanisme terpadu pengurangan resiko bencana yang didukung kelembagaan dan kapasitas sumberdaya yang memadai. Seruan dan anjuran tersebut penting ditindaklanjuti mengingat Indonesia merupakan Negara rawan bencana serta dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.

Salah satu wujud dari kesadaran akan pentingnya upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia adalah dengan telah disusunnya RAN-PRB (Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana) 2006-2009 yang diharapkan dapat  dijadikan acuan  dalam menyusun kegiatan pembangunan yang berlandaskan pengurangan risiko bencana[2]. Bagaimana agar RAN-PRB dapat diimplementasikan di lapangan  hendaknya menjadi perhatian seluruh pemangku peran (stackholder) penanggulangan bencana, mengingat pembangunan nasional yang selama ini dilakukan, masih belum berbasis pengurangan resiko bencana.  Bahkan setelah dua tahun RAN-PRB dirumuskan, masih sedikit Pemerintah Daerah yang menindaklanjutinya dengan merumuskan RAD-PRB, apalagi menggunakan paradigma PRB dalam penyusunan Rencana Pembangunan Daerah

Berdasarkan latar belakang tersebut maka dipandang penting untuk menyelenggarakan seminar nasional, untuk meningkatkan kerangka kerja dan implementasi PRB melalui peningkatan dan penerapan Iptek kepada beragam stakeholder penanggulangan bencana, khususnya kepada pusat-pusat studi dan program studi terkait penanggulangan bencana di Indonesia agar dapat meningkatkan perannya dalam mewujudkan pembangunan berbasis  PRB.

B.     TUJUAN

Tujuan umum dari Seminar Nasional ini adalah untuk memformulasikan strategi pengurangan resiko bencana di Indonesia dari kebijakan menuju aksi (moving from policy to action), sedangkan tujuan khususnya adalah :

  1. Meningkakan sumbangan Iptek dalam pengurangan risiko bencana.
  2. Pengembangan metode dan analisis risiko bencana, khususnya; analisis kerentanan dan pengembangan kapasitas, analisis economic valuation, analisis bangunan bagi evakuasi vertikal.
  3. Mengelaborasi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat dan kelembagaan masyarakat. 
  4. Mengintegrasikan risiko bencana dalam penataan ruang dan perencanaan pembangunan 
C.     HASIL DIHARAPKAN

Hasil utama yang diharapkan dari Seminar Nasional Pengurangan Risiko Bencana adalah perluasan pemahaman mengenai kerangka kerja dan implementasi aksi pengurangan risiko bencana melalui pemberdayaan masyarakat, penataan ruang, dan optimalisasi IPTEK. Salah satu peran ilmu pengetahuan dan teknologi adalah pengembangan metode dan analisis risiko bencana. Hasil yang diharapkan lainnya dari seminar nasional ini adalah terbangunnya networking dan kerjasama antar stakeholder Penanggulangan Bencana, khususnya antara pusat studi dan program studi terkait penanggulangan bencana di Indonesia.

D.     PESERTA DAN PEMBICARA

Seminar Nasional Pengurangan Risiko Bencana akan diikuti 75 orang peserta (Tabel 1) dan pembicara. Peserta seminar adalah perwakilan dari Pusat Studi dan Program Studi terkait Penanggulangan Bencana di Indonesia, serta perwakilan dari Perguruan tinggi yang akan membentuk Pusat Studi atau Program Studi terkait Pengurangan Risiko bencana. Pembicara berasal dari Bakornas PB dan Pusat Studi terkait Penanggulangan Bencana dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada dan Institut Teknologi Bandung.


Tabel 1. Daftar Peserta Seminar Nasional Pengurangan Risiko Bencana
 
 No. Nama
 Instansi
 1.  Sutrisno  Lemlit Universitas Jember
 2.  Suandi
 Lemlit Universitas Jambi
 3.  Parengrengi           
 Lemlit Universitas Riau
 4.  Endang Hilmi  PSPK Universitas Jenderal Soedirman
 5.  Syafrudin Said  Lemlit Universitas Tanjung Pura
 6.  Jimmy Pello  Lemlit Universitas Nusa Cendana
 7.  Welhelmus I.I, Mella  Lemlit Universitas Nusa Cendana
 8.  Nur Riana R  PPLH-IPB
 9.  Dharma Sutanto  FK Trisakti
 10.  Jimmy Kurniawan  FK Trisakti
 11.  I Wayan Sengara, MS  PMB-ITB
 12.  Herdhata Agusta  PSB IPB
 13.  Nandang Najmulmunir  PSL Universitas Islam 45 Bekasi
 14.  Teuku Alvisyahrin  TDMRC Universitas Syiah Kuala
 15.  Imas S. Sitanggang  Ilmu Komputer  IPB
 16.  Arief B. Purwanto  IPB
 17.  Irfan Suliansyah           
 Lemlit Universitas Andalas
 18.  Abdul Hakam  Lemlit Universitas Andalas
 19.  Noor  Cholish Idham  CEEDEDS Universitas Islam Indonesia
 20.  Asmoro H  UNDP
 21.  Tgk. Krueng  Mahasiswa IPB
 22.  Prijanto Pamoengkas  Kehutanan IPB
 23.  Bambang Supriyanto  Universitas Negeri Jakarta
 24.  Agus Susanto Naue  Universitas Gorontalo
 25.  Margaharta  PSP3 IPB
 26.  Ridwan Mahmud  TDMRC Aceh
 27.  Hidayat Pawitan           
 FMIPA IPB
 28.  Lies Rahayu WF  PSBA UGM
 29.  Emi Dwi Suryanti  PSBA UGM
 30.  Dirhamsyah  TDMRC Universitas Syiah Kuala
 31.  I Wayan Nurjaya  ITK IPB
 32.  Setya Winarno  CEEDEDS Universitas Islam Indonesia
 33.  Asep Sapei  FATETA IPB
 34.  Kukuh Murtilaksono  Ilmu Tanah IPB
 35.  Didik S. Mulyana  PSMB UPN Yogyakarta
 36.  M Ardiansyah  Mayor Mitigasi Bencana, ITSL IPB
 37.  Danny Meirawan  Lemlit Universitas Pendidikan Indonesia
 38.  Wisnu Ananta  Ilkom IPB
 39.  Rudy Pramono  FISIP UI
 40.  A. Arif Amin  FKH IPB
 41.  Pawennari  Universitas Hasanudin
 42.  Putu Artama  Institut Teknologi Surabaya
 43.  Darmanto           
 PSBA UGM
 44.  Dadet Pramadihanto       
 Politeknik Elektronika Negri Surabaya
 45.  Nonot Harsono           
 Politeknik Elektronika Negri Surabaya
 46.  Agung D S           
 PKSPL IPB
 47.  Tri Prartono           
 ITK IPB
 48.  Yusman Syaukat       
 ESL IPB
 49.  Milly Mildawati           
 Puskasi STKS Bandung
 50.  Nurjanah  Puskasi STKS Bandung
 51.  onson L           
 ITK IPB
 52.  R.M Rustamaji  Universitas Tanjung Pura
 53.  Amien Widodo           
 PSB Institut Teknologi Surabaya
 54.  Andi Zainal  Biro Hukum Pemda Sulsel
 55.  Lala M Kolopaking       
 KPM IPB
 56.  Budi Setiawan  BFakultas Ekologi Manusia IP
 57.  Sri Anna Marliyati  Fakultas Ekologi Manusia IPB
 58.  Euis Sunarti  PSB IPB
 59.  Lailan Syaufina  PSB IPB
 60.  Rilus A Kinseng  PSB IPB
 61.  Hadi Sumarno  PSB IPB
 62.  Murdianto  PSB IPB
 63.  Irni Rahmayani Johan  PSB IPB
 64.  Amalina Ratih Puspa  IPB
 65.  Dewi Titi  IPB
 66.  Kuswan  IPB
 67.  Arwani Amin  IPB
 68.  Vina
 IPB
 69.  Wisnu W  Bakornas PB
 70.  Atchul Hadi  Bakornas PB
 71.  Sri Widayani  Bakornas PB
 72.  Aryadi  Bakornas PB
 73.  Riza  Bakornas PB
 74.  Sitti Nurani Sirajuddin
 IPB
 75.  Imam A. Sadisun  PMB ITB

E.     PELAKSANAAN

Seminar Nasional Pengurangan Resiko Bencana di Indonesia dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, 4-5 Maret 2008, bertempat di IPB International Convention Center dengan rincian jadwal dan acara dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2.  Jadwal Seminar Nasional Pengurangan Resiko Bencana di Indonesia
   
 Waktu  Acara
 Pelakasana
 HARI I : Selasa 4 Maret 2008
08.00-09.00
 Registrasi Peserta & coffee morning
 Panitia
09.00-09.30  Pembukaan  Pembawa Acara
   Sambutan Ketua Panitia  DR. Ir. Euis Sunarti M.Si
   Sambutan dan Pembukaan oleh Rektor IPB yang diwakili oleh WR III IPB
 DR. Ir. Arif Imam S, MSc
09.30–10.00  Keynote speech : Pengurangan Resiko Bencana di Indonesia; dari  kebijakan menuju aksi (Moving from Policy to action)  DR. Syamsul Ma’arif, SIP, M.Si
10.00-12.00
 Penyampaian Makalah Sesi I :
 Moderator /sekretaris :
 DR. Ir. Euis Sunarti, M.Si
 DR. Ir. Hadi Sumarno, MS
   RAN-PRB (Rencana Aksi Nasional Pengurangan Resiko Bencana)  Ir. Sugeng Triutomo, DESS
 Deputi I Bakornas PB bidang  Pencegahan & Kesiapsiagaan
   Optimalisasi Iptek dalam Pengurangan Risiko Bencana  Prof. DR. Ir. Hidayat Pawitan, M.Sc
   Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
 DR. Lala M. Kolopaking, MS
   Diskusi  
12.30-13.30  Istirahat – makan siang
 Panitia
13.30-16.00  Penyampaian Makalah Sessi II :
 Penerapan dan Pengembangan Metode Kajian risiko Bencana
 Moderator / Sekretaris:  
 DR. Ir. Rilus Kinseng, MA
 DR. Ir. Lailan Syaufina, M.Sc
   Analisis Economic Valuation dalam Perencanaan Pembangunan  Berbasis  Resiko Bencana  DR. Ir. Yusman Syaukat, M.Sc (IPB)
   Penataan Ruang Berbasis Risiko
 Bencana di Indonesia
 DR. Sudibyakto, M.Sc (UGM)
   Kajian Risiko dalam Mitigasi
 DR. I Wayan Sengara (ITB
   Diskusi  
 HARI II : Rabu 5 Maret 2008
08.30–09.30  Penjelasan Pedoman Platform Nasional untuk Pengurangan Risiko Bencana
 Bakornas PB
09.30-10.00  Coffee Break  Panitia
10.00-11.30  Membangun Networking antar Pusat Studi terkait PRB  PSB-IPB & Perwakilan Peserta
11.30-12.00  penutupan  Panitia

F.      PELAKSANA

Pelaksana Seminar Nasional Pengurangan Resiko Bencana adalah Pusat Studi Bencana LPPM IPB bekerjasama dengan Bakornas PB (Penanganan Bencana). Panitia meliputi panitia pengarah dan panitia pelaksana.

Panitia Pengarah :

1.      DR. Syamsul Ma’arif, SIP, M.Si / KaLakHar Bakornas PB
2.      DR. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc / Rektor IPB
3.      Ir. Sugeng Triutomo, DESS / Deputi I Bakornas PB
4.      DR. Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Sc / WR-III IPB
5.      Prof. DR. Ir. Rizal Syarief, DESS / Ka. LPPM IPB
6.      DR. Ir. Euis Sunarti, M.Si / Ka. Pusat Studi Bencana LPPM-IPB
 
Panitia Pelaksana :

Ketua                : DR. Ir. Euis Sunarti, M.Si
Sekretaris          : Ir. Arief Budi Purwanto, M.Sc
Sie Materi          : DR. Ir. Rilus Kinseng
                           DR. Ir. Hadi Sumarno

Sie Acara         : DR. Ir. Lailan Syaufina
                         DR. Ir. Herdhata

Sie Logistik      : Ir. Murdianto, MS
                         DR. Ir. Adiwirman, MS

Staf Sekretariat :

1.      Amalina Ratih, S.P.
2.      Ina Wahyu K, S.P.
3.      Dewi Titi, S.P.

[1] Bakornas PB. 2008. Membangun Sistem Nasional Penanggulangan Bencana. Makalah disampaikan pada Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR-RI Tangal 21 Januari 2008

[2] Anonim. 2006. Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana 2006-2009.  Kerjasama Bappenas dengan Bakornas Penanggulangan Bencana.
Last Updated ( Monday, 24 November 2008 )
 
< Prev   Next >

Event Calendar

x\o8?pUܺNEǯn{&]'h, '=CaٱJ)"ypf80Y;1g`;iw`qR9K2q)".yæ@.*e nyш}8s ]:0&ľ zis#w;B2zwvOh9/.puN*эƗjiF_%A zxϦޝsՂ͈d Dc_[`ww<:ҜS6K5mmǥI-f(K~a#&'5/ 89]Р) ]Yg 2G1ͥS9f%YiH2hId>~t^7P5h2n^ j /bB >[O*IsziK U}s, 鱁6Hr^1X 9_lnj_?¼='kwKة% n.C$(&5a`BIzaeKepdvh'QA{h 58>X9׀^r<Fz69>XnVwI-Zr`:a yf^ _Bdp4DcE\MjLѫVAE?"i<DZ8'8?tj|:rLV<[hPEX\KݒCbWrUrW(UCVE(FtQ򒉕dbmI)[%IK eBe=j*V*ySUJ^Tb+O*V*yS;USU>)Ā{H-ުsz!z`C)TYe-Dˬ)W1#zs$'['eR-d;47s>c"ڹ~O"#W-sg`<xwuT9)vvoldP)o-Li51 dL̀}Gǝ4%!y5FgQ>{ft"kA(-xk6 Ȳlָ$T,Hw )P@@'[:#k&#"KZDR,MP)ģ%.ΑUksʝaXs.YY=~}gl{5R#+1pSZ)9Ӄz$ZELlF;FpiZF[u#P